• Jumat, 9 Desember 2022

Simbol Persatuan, Menag Yaqut Sambut Baik Perayaan Tri Suci Waisak Nasional Digelar di Candi Borobudur

- Senin, 2 Mei 2022 | 16:00 WIB
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengaku senang dan menyambut baik rencana digelarnya Perayaan Tri Suci Waisak Nasional umat Buddha Indonesia di Candi Borobudur pada Senin, 16 Mei 2022. (Kemenag RI/Cover Both Side)
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengaku senang dan menyambut baik rencana digelarnya Perayaan Tri Suci Waisak Nasional umat Buddha Indonesia di Candi Borobudur pada Senin, 16 Mei 2022. (Kemenag RI/Cover Both Side)

COVERBOTHSIDE – Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menyambut baik rencana Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia) dan Persatuan Umat Buddha Indonesia (Prambudhi) menggelar Perayaan Tri Suci Waisak Nasional umat Buddha Indonesia pada Senin, 16 Mei 2022.

Hal itu disampaikan Menag Yaqut saat menerima audiensi pengurus DPP Walubi dan DPP Permabudhi, terkait Persiapan Pelaksanaan Hari Tri Suci Waisak 2566 Tahun Buddhis di kantor kerjanya pada Minggu, 1 Mei 2022.

Menag menyampaikan Perayaan Tri Suci Waisak Nasional itu akan menjadi simbol persatuan dan kebersamaan umat Buddha Indonesia. Sehingga, seluruh umat Buddha dapat melihat bahwa tidak ada hal yang perlu dipertentangkan.

Baca Juga: Menag Terbitkan KMA Kuota Haji Indonesia, Cek Sebaran dan Ketentuannya

”Ini akan menjadi simbol persatuan bagi umat Buddha Indonesia serta simbol kebersamaan. Saya senang pada akhirnya Perayaan Tri Suci Waisak Nasional 2022 bisa digelar bersama-sama,” kata Menag dalam keterangannya.

Menurut Yaqut, salah satu problem bangsa Indonesia adalah hubungan antar agama yang notabene sangat sensitif sehingga mudah tersulut kegaduhan. Begitu juga ada mayoritas yang merasa paling benar.

Dia mengungkapkan soal perbedaan di setiap agama merupakan hal yang wajar. Dia mengakui telah mengikuti perjalanan umat beragama dan setiap agama masih ada masalah secara internal.

Baca Juga: Kabar Baik! Menag Umumkan 100.051 Jemaah Haji Indonesia akan Berangkat Tahun Ini

Untuk itu, dia ingin mendamaikan sikap-sikap seperti itu agar kehidupan berbangsa di Indonesia menjadi harmonis. Tentunya, kata Menag, yang tidak kalah penting adalah adalah hubungan intern umat beragama.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: Kemenag RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X