Gara-gara Muat Berita Dugaan Penimbunan Solar, Jurnalis di Mataram Diintimidasi Oknum LSM

- Senin, 5 September 2022 | 15:18 WIB
Ilustrasi | Sejumlah jurnalis di Mataram mendapatkan intimidasi dan upaya suap dari oknum LSM karena memuat berita dugaan penimbunan BBM jenis solar di Lombok Barat. (AJI Malang/Cover Both Side)
Ilustrasi | Sejumlah jurnalis di Mataram mendapatkan intimidasi dan upaya suap dari oknum LSM karena memuat berita dugaan penimbunan BBM jenis solar di Lombok Barat. (AJI Malang/Cover Both Side)

COVERBOTHSIDE – Sejumlah jurnalis di Mataram mendapatkan intimidasi hingga upaya suap oleh oknum Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) usai memuat berita dugaan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar yang digerebek warga.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Mataram, Muhamad Kasim menjelaskan intimidasi yang dilakukan oknum LSM tersebut yaitu meminta berita dugaan penimbunan BBM jenis solar tersebut dihapus.

Sebagai upaya, lanjut Kasim, oknum LSM itu memaksa jurnalis untuk menerima sejumlah uang dengan nominal Rp10 juta dengan permintaan agar berhenti memberitakan kasus dugaan penimbunan BBM jenis solar tersebut.

Baca Juga: AJI Malang-FH UWG Malang Gelar Pelatihan ‘Hoax Busting and Digital Hygiene’ untuk Jurnalis dan Mahasiswa

Kasim alias Cem menyebutkan salah satu jurnalis yang mendapatkan intimidasi sejak berita dugaan penimbunan BBM jenis solar tersebut tersebar luas, yaitu Haris Mahtul, Pemimpin Redaksi NTBSatu.com.

Dia menerangkan, Haris diminta menghapus berita video berjudul “Warga di Lombok Barat Gerebek Truk Diduga Penimbun BBM yang tayang di kanal YouTube NTB Satu pada 1 September 2022.

Disebutkan dalam berita video tersebut bahwa aksi heroik dilakukan sejumlah warga Kecamatan Batu Layar, Lombok Barat, pada Rabu, 31 Agustus 2022. Mereka menggerebek sebuah truk yang diduga baru selesai loading BBM jenis solar di salah satu SPBU di Kecamatan Batu Layar.

Baca Juga: PN Surabaya Vonis 10 Bulan Penjara 2 Polisi Penganiaya Jurnalis Tempo, Tapi Tidak Ditahan

Atas pemberitaan terkait dugaan penimbunan BBM jenis solar itu, selain diminta untuk menghapus beritanya, Kasim mengatakan Haris juga dipaksa menerima amplop berisikan uang yang cukup banyak di depan umum.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X