Tidak Punya Lithium, Politisi PKB Pesimis Indonesia Jadi Produsen Baterai Kendaraan Listrik

- Jumat, 9 Desember 2022 | 10:32 WIB
Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam. (dok. DPR RI/CoverBothSide.com)
Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam. (dok. DPR RI/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE – Anggota Komisi VII DPR RI, Syaikhul Islam, pesimis Indonesia bisa menjadi produsen besar baterai kendaraan listrik untuk mendukung ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB).

Diakui Syaikhul Islam, potensi nikel di Indonesia memang sangat besar, namun Indonesia tidak mempunyai lithium untuk mendukung produksi baterai. Sehingga, kata dia, untuk menjadi produsen baterai pun harus tetap impor lithium.

Dengan begitu, jika nantinya produksinya semakin besar, dia mengatakan secara otomatis semakin besar pula impor lithium. Makanya, dia pesimis Indonesia bisa menjadi produsen baterai kendaraan listrik seperti yang digembar-gemborkan.

Baca Juga: Presiden Beberkan Desain Ekosistem Kendaraan Listrik: Kalau Ini Jadi, Inilah Kekuatan Besar Indonesia

”Terus terang, secara pribadi, agak pesimis. Kita tidak mengendorkan semangat untuk jadi pionir (produsen baterai kendaraan listrik), cuma realitanya begitu (tidak punya lithium dan harus impor),” kata dia saat Rapat Kerja Komisi VII DPR RI bersama Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 7 Desember 2022.

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu un mengaku lebih tertarik dengan rencana Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dalam upaya mengembangkan industri semikonduktor.

Menurutnya, untuk mengembangkan industri semikonduktor, Indonesia memiliki potensi pasir silika yang besar. Sayangnya, dia mengatakan pasir silika malah diekspor terus menerus, padahal jumlah cadangan di dalam negeri hampir habis.

Baca Juga: Jokowi Tawari Australia Kerja Sama Bangun Industri Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia

Karenanya, dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM), Ia telah meminta pemerintah untuk menutup ekspor pasir silika agar menjaga cadangan di dalam negeri tidak habis.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: DPR RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X