• Jumat, 9 Desember 2022

Memasuki Puncak Musim Penghujan, BMKG Imbau Pemerintah dan Masyarakat Cianjur Mewaspadai Bencana Alam Ikutan

- Kamis, 24 November 2022 | 01:42 WIB
Longsor yang terjadi di Jalur Puncak, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang saat gempa magnitudo 5,6 SR mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya, pada Senin, 21 November 2022.  (BNPB/CoverBothSide.com)
Longsor yang terjadi di Jalur Puncak, Desa Cibeureum, Kecamatan Cugenang saat gempa magnitudo 5,6 SR mengguncang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dan sekitarnya, pada Senin, 21 November 2022. (BNPB/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengimbau kepada pemerintah daerah setempat dan masyarakat untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan

Bencana alam ikutan itu, disebutkan Kepala BMKG, diantaranya seperti longsor dan banjir bandang yang membawa material-material reruntuhan lereng akibat gempa yang melanda Cianjur kemarin. 

Dia menerangkan kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan itu dikarenakan saat ini memasuki puncak musim penghujan dan curah hujan sedang meningkat menuju puncaknya di Desember 2022 hingga Januari 2023.

Baca Juga: BMKG Ungkap Gempa Susulan akan Melandai dalam Waktu 4 Hari Kedepan

"Jadi harus diwaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam ikutan usai gempa kemarin," kata Dwikorita Karnawati dalam keterangannya di Kantor Bupati Cianjur dikutip CoverBothSide.com, Rabu, 23 November 2022. 

Oleh karena itu, dia menyebutkan yang perlu dilakukan saat ini adalah material lereng yang runtuh seperti tanah, batu, pohon, kerikil, dan lainnya harus segera dibersihkan agar tidak terbawa air dan menjadi banjir bandang

"Hal ini (bencana alam ikutan) pernah terjadi saat gempa Palu dan Pasaman Barat. Untuk itu, material lereng yang runtuh (akibat gempa Cianjur kemarin) harus segera dibersihkan," ungkap Dwikorita Karnawati.  

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: BMKG Mencatat Terjadi 171 Gempa Susulan

Untuk diketahui, terkait bencana alam ikutan, Pasaman Barat saat itu pernah dilanda banjir bandang setelah tiga hari sebelumnya terjadi gempa magnitudo 6,1 SR di wilayah tersebut. 

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: BMKG

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X