• Jumat, 9 Desember 2022

2 Rumah Sakit Terdampak Gempa Cianjur, BNPB Gelar Tenda Darurat Bantu Penanganan Korban

- Rabu, 23 November 2022 | 00:11 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat mengunjungi korban gempa Cianjur yang dirawat di luar Rumah Sakit Sayang Cianjur, pada Senin, 21 November 2022. (Twitter @ridwankamil/CoverBothSide.com)
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, saat mengunjungi korban gempa Cianjur yang dirawat di luar Rumah Sakit Sayang Cianjur, pada Senin, 21 November 2022. (Twitter @ridwankamil/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan penanganan kesehatan korban gempa Cianjur di 2 rumah sakit masih tetap dapat dilakukan. 

Sekalipun dua rumah sakit di Kabupaten Cianjur tersebut ikut terdampak gempa, Suharyanto menyebutkan tenda-tenda lapangan telah digelar di sekitar rumah sakit untuk dijadikan rumah sakit darurat. 

Seperti diketahui, dua rumah di Kabupaten Cianjur, yaitu RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang turut terdampak gempa Cianjur yang terjadi pada Senin siang kemarin. 

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: 268 Meninggal Dunia, 151 Masih Hilang, 22.198 Rumah Rusak Total

"RSUD Cianjur dan Rumah Sakit Sayang sudah beroperasi dan ditambah tenda lapangan termasuk tambahan tenaga kesehatan," kata dia saat memberikan keterangannya di Kantor Bupati Cianjur, Selasa, 22 November 2022. 

Selain menggelar tenda-tenda lapangan untuk dijadikan rumah sakit darurat, Suharyanto mengatakan sebagian korban juga dirujuk ke rumah sakit di luar Cianjur, salah satunya ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

"Sebagian dirujuk ke rumah sakit di luar Kabupaten Cianjur, 100 pasien (korban gempa Cianjur) telah dikirim ke Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung," ungkapnya.

Baca Juga: Update Gempa Cianjur: BMKG Mencatat Ada 149 Kali Gempa Bumi Susulan, Terbesar 4,2 SR

Sebagaimana diketahui, berdasarkan data terbaru hingga Selasa, 22 November 2022 pukul 17.00 WIB, tercatat 268 orang meninggal dunia. Sebanyak 122 jenazah diantaranya sudah teridentifikasi dan 151 orang masih hilang.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X