• Rabu, 28 September 2022

Google Doodle Angkat Sosok H.R Rasuna Said: Pahlawan, Orator dan Jurnalis yang Getol Membela Hak Perempuan

- Rabu, 14 September 2022 | 09:49 WIB
Google Doodle hari ini mengangkat sosok H.R Rasuna Said. Seorang Pahlawan Nasional Indonesia, Orator dan Jurnalis yang getol membela hak perempuan.  (Google/CoverBothSide.com)
Google Doodle hari ini mengangkat sosok H.R Rasuna Said. Seorang Pahlawan Nasional Indonesia, Orator dan Jurnalis yang getol membela hak perempuan. (Google/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDEGoogle Doodle kembali menampilkan salah satu sosok pejuang kemerdekaan Indonesia pada Rabu, 13 Agustus 2020. Ia adalah Hajjah Rangkayo Rasuna Said atau H.R Rasuna Said, seorang Pahlawan Nasional Indonesia yang juga jurnalis asal Desa Panyinggahan, Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

Pahlawan perempuan kelahiran 14 September 1910 ini merupakan keturunan bangsawan Minang. Ayah Rasuna Said bernama Muhamad Said, seorang saudagar atau pedagang besar Minangkabau.

Meski lahir dari kalangan bangsawan, Rasuna Said merupakan sosok pahlawan perempuan nasional Indonesia yang getol memperjuangkan adanya persamaan hak antara pria dan wanita seperti RA Kartini, khususnya pendidikan.

Baca Juga: Amnesty International Indonesia: Pembunuhan Munir memang merupakan Pelanggaran HAM Berat

Rasuna Said pernah mengajar di Sekolah Diniyah Putri yang didirikan oleh ibu Rahmah El Yunusi pada tahun 1923 di Padang Panjang. Saa itu, usia Rasuna Said masih remaja, yaitu 13 tahun.

Bahkan, pada tahun 1926 atau di usianya yang menginjak 16 tahun, Rasuna Said memiliki sebuah pandangan bahwa kemajuan kaum wanita tidak hanya di dapat dari dunia pendidikan tetapi harus disertai dengan perjuangan di bidang politik.

Pada tahun tersebut, Rasuna Said pernah mengikuti perkumpulan Sarikat Rakyat (SR). Karena mulai suka dengan dunia politik, ia pun memilih berhenti mengajar pada tahun 1930.

Baca Juga: Presiden Jokowi Beberkan Lima Agenda Besar Indonesia: Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu hingga IKN

Setelah itu, Rasuna Said bergabung dengan Soematra Thawalib, sebuah organisasi massa Islam awal di Indonesia yang berbasis di Sumatra Barat. Saat itu pula, Rasuna Said juga mendirikan Persatuan Muslimin Indonesia (PERMI) di Bukittinggi pada tahun 1930. Sebuah partai politik yang beraliran nasionalisme-Islam.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X