• Rabu, 28 September 2022

Setelah Lama Dikelola Singapura, Ruang Udara di Kepulauan Riau dan Natuna Kini Kembali kepada Indonesia

- Kamis, 8 September 2022 | 15:15 WIB
Presiden Jokowi didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menhub Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangannya terkait pengelolaan FIR di Kepulauan Riau dan Natuna yang telah kembali kepada Indonesia. (BPMI Setpres/CoverBothSide.com)
Presiden Jokowi didampingi Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menhub Budi Karya Sumadi saat memberikan keterangannya terkait pengelolaan FIR di Kepulauan Riau dan Natuna yang telah kembali kepada Indonesia. (BPMI Setpres/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDEPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pengelolaan ruang udara di atas Kepulauan Riau dan Natuna yang sebelumnya dikelola Singapura telah kembali kepada Indonesia.

Presiden Jokowi mengatakan kembalinya pengelolaan ruang udara tersebut dengan adanya Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pengesahan Persetujuan Flight Information Region (FIR) Indonesia dan Singapura.

Menurut Kepala Negara, kesepakatan pengelolaan FIR tersebut merupakan langkah maju atas pengakuan internasional terhadap ruang udara Indonesia, khususnya di Kepulauan Riau dan Natuna.

Baca Juga: Presiden Jokowi Minta Seluruh PSN Selesai Sebelum 2024, Termasuk IKN

”Ini menambah luasan Flight Information Region (FIR) Jakarta menjadi 249.575 kilometer persegi,” ujar Presiden dalam keterangannya sebagaimana ditayangkan YouTube Sekretariat Kabinet, pada Kamis, 8 September 2022.

Selain menegaskan kedaulatan ruang udara Indonesia, dengan adanya kesepakatan pengelolaan FIR, Presiden menyampaikan ada sejumlah manfaat yang akan dirasakan Indonesia.

Sejumlah manfaat tersebut, ungkap Jokowi, antara lain meningkatkan jaminan keselamatan dan keamanan penerbangan. Tidak hanya itu, hal itu menurutnya juga bisa meningkatkan pendapatan negara bukan pajak.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Teknologi 5G Mining di PT Freeport Indonesia

”Hal ini (pengelolaan FIR di Kepulauan Riau dan Natuna) bisa menjadi momentum untuk modernisasi peralatan navigasi penerbangan dan pengembangan SDM Indonesia,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: Sekretariat Kabinet RI

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X