• Rabu, 28 September 2022

Amnesty International Indonesia: Pembunuhan Munir memang merupakan Pelanggaran HAM Berat

- Kamis, 8 September 2022 | 06:35 WIB
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Moh Badar Risqullah/CoverBothSide.com)
Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid. (Moh Badar Risqullah/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia, Usman Hamid menegaskan bahwa kasus pembunuhan pembela Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib memang merupakan pelanggaran HAM berat.

Hal itu disampaikannya Usman Hamid dalam memeringati 18 tahun kematian Munir Said Thalib dan menanggapi pembentukan Tim Ad Hoc penyelidikan HAM berat oleh Komnas HAM, pada Rabu, 7 September 2022.

”Semua bukti jelas menunjukkan kasus ini merupakan serangan yang ditujukan kepada warga sipil yang bekerja sebagai pembela HAM saat itu khususnya Munir,” tegasnya.

Baca Juga: Komnas HAM Umumkan Anggota Tim Ad Hoc Penyelidikan Pelanggaran HAM Berat Kasus Pembunuhan Munir Said Thalib

Menurutnya, serangan itu sistematik karena ada unsur kebijakan pemufakatan jahat dari pihak tertentu di dalam negara, khususnya Badan Intelijen Negara (BIN) dan maskapai penerbangan negara.

”Serangan itu menghilangkan nyawa Munir dan telah mengancam keselamatan pembela HAM lainnya,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia menegaskan Komnas HAM memang sudah seharusnya segera menetapkan kasus Munir sebagai pelanggaran HAM berat dalam kategori kejahatan kemanusiaan, tanpa lagi-lagi menunda.

Baca Juga: Presiden Jokowi Beberkan Lima Agenda Besar Indonesia: Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu hingga IKN

Sebagaimana dalam Laporan Tim Pencari Fakta (TPF) Munir di tahun 2005, kata dia, menunjukkan kematian Munir diduga berkaitan dengan aktivitasnya sebagai pembela HAM, termasuk kritiknya kepada badan negara seperti BIN.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: Amnesty International

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X