• Jumat, 9 Desember 2022

Presiden Jokowi Beberkan Lima Agenda Besar Indonesia: Penyelesaian Pelanggaran HAM Berat Masa Lalu hingga IKN

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:07 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta pada Selasa, 16 Agustus 2022. (BPMI Setpres/Lukas/Cover Both Side)
Presiden Jokowi saat menghadiri Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta pada Selasa, 16 Agustus 2022. (BPMI Setpres/Lukas/Cover Both Side)

COVERBOTHSIDEPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan lima agenda besar Indonesia saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2022 di Ruang Rapat Paripurna, Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, pada Selasa, 16 Agustus 2022.

Presiden Jokowi menyebutkan agenda pertama adalah hilirisasi dan industrialisasi sumber daya alam (SDA) yang harus terus dilakukan. Kepala Negara mencontohkan seperti hilirisasi nikel yang telah meningkatkan ekspor besi baja 18 kali lipat dan menjadikan Indonesia sebagai produsen kunci dalam rantai pasok baterai litium global.

”Setelah nikel, pemerintah juga akan mendorong hilirisasi bauksit, tembaga, dan timah. Kita harus berani membangun ekosistem industri di dalam negeri yang terintegrasi, yang akan mendukung pengembangan ekosistem ekonomi hijau dunia,” ujarnya.

Baca Juga: Presiden Jokowi: Keberhasilan Indonesia Hadapi Krisis Global Patut Disyukuri

Agenda kedua, Presiden mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan optimalisasi sumber energi bersih dan ekonomi hijau. Salah satunya melalui pembangunan kawasan industri hijau di Kalimantan Utara yang diyakini akan menjadi Green Industrial Park terbesar di dunia.

”Saya optimis, kita akan menjadi penghasil produk-produk hijau yang kompetitif di perdagangan internasional,” ucapnya.

Jokowi mengatakan bahwa upaya tersebut nantinya dapat langsung disinergikan dengan program peningkatan produksi pangan dan energi bio. Saat ini, kata dia, Indonesia telah menjadi pemasok terbesar CPO dunia dan mencapai swasembada beras sejak tahun 2019.

Baca Juga: Presiden Jokowi Resmikan Groundbreaking Kawasan Industri Hijau di Kaltara: Ini Transformasi Ekonomi Indonesia

Sedangkan agenda ketiga, Presiden mengatakan pemerintah akan memperkuat perlindungan hukum, sosial, politik, dan ekonomi untuk rakyat. Pemerintah menurutnya juga akan terus menjamin pemenuhan hak sipil dan praktik demokrasi, hak politik perempuan serta kelompok marjinal.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X