BNPB Tegaskan Lumpur Bergerak Pasca Gempa Guncang Sumatera Barat Bukan Likuifaksi

- Senin, 28 Februari 2022 | 21:50 WIB
BNPB tegaskan video lumpur bergerak yang beredar setelah gempa bumi M 6,1 di Sumatera Barat bukanlah likufaksi.  (BNPB)
BNPB tegaskan video lumpur bergerak yang beredar setelah gempa bumi M 6,1 di Sumatera Barat bukanlah likufaksi. (BNPB)

COVERBOTHSIDE – Badan Nasional Penanganan Bencana (BNPB) angkat bicara terkait video lumpur bergerak yang beredar setelah gempa bumi magnitudo 6,1 mengguncang Sumatera Barat pada Jumat, 25 Februari 2022.

Beredarnya video lumpur bergerak itupun oleh sebagian masyarakat diasosiasikan seperti kejadian likuifaksi pasca gempa bumi yang terjadi di Palu pada tahun 2018 silam.

Menanggapi hal tersebut, Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengungkapkan fenomena di Sumatera Barat itu dipastikan bukan likuifaksi, tapi banjir lumpur akibat longsor yang terjadi di hulu.

Baca Juga: Gempa Sumatera Barat, BNPB: 8 Orang Meninggal Dunia, 6 Ribu Orang Mengungsi

Berdasarkan kaji cepat dan pemetaan melalui udara, dia mengatakan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota mendapatkan dokumentasi visual dari pesawat nir awak atau drone yang secara jelas memperlihatkan ada titik-titik longsoran di hulu Talamau.

Kemudian, lanjut Abdul Muhari, longsoran tersebut masuk ke sungai dan terbawa aliran sungai ke hilir dan menghantam beberapa rumah penduduk di Pasaman Barat.

”Dari temuan fakta hasil kaji cepat dan pemetaan, fenomena yang terjadi di Pasaman ini dipastikan bukan likuifaksi, tapi banjir lumpur akibat longsor yang terjadi di hulu,” kata dia dalam keterangannya dikutip Cover Both Side.

Baca Juga: Gempa M 4,9 Guncang Sumatera Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa fenomena tersebut tepatnya mirip dengan banjir sedimen yang terjadi di Sigi akibat luapan bah bercampur pasir dari Sungai Poi yang berasal dari longsoran akibat gempa Palu.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: BNPB

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X