Kejar Target, Wapres Minta Terobosan dari Daerah yang Berhasil Turunkan Stunting Direplikasi

- Jumat, 26 Mei 2023 | 17:12 WIB
Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan keterangan resminya usai memimpin Rapat Terbatas Tingkat Menteri untuk Percepatan Penurunan Stunting Triwulan I Tahun Anggaran 2023, di Jakarta, pada Kamis, 25 Mei 2023.  (BPMI Setwapres/CoverBothSide.com)
Wapres Ma’ruf Amin saat menyampaikan keterangan resminya usai memimpin Rapat Terbatas Tingkat Menteri untuk Percepatan Penurunan Stunting Triwulan I Tahun Anggaran 2023, di Jakarta, pada Kamis, 25 Mei 2023. (BPMI Setwapres/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE.COM – Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin meminta terobosan-terobosan dari daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting hingga lebih dari 10 persen agar direplikasi.

Wapres memaparkan daerah yang berhasil menurunkan prevalensi stunting lebih dari 10 persen tersebut, yaitu seperti Pidie (11,5 persen), Nagan Raya (13,8 persen), dan Mandailing Natal (13,5 persen).

Kemudian, lanjut Wapres, Simalungun (10,6 persen), Langkat (12,9 persen), Fakfak (10 persen), Nias Barat (11 persen), Lampung Selatan (15,9 persen), dan Solok (15,9 persen).

Baca Juga: Penuhi Target 14 Persen di Tahun 2024, Wapres Minta TPPS Cari Terobosan Baru Turunkan Stunting

”Ada beberapa kabupaten yang luar biasa tinggi (penurunan stunting) yang mestinya kita jadikan model, kita replikasi,” kata Wapres dalam pengantarnya saat memimpin Rapat Terbatas Tingkat Menteri untuk Percepatan Penurunan Stunting Triwulan I Tahun Anggaran 2023, di Jakarta, pada Kamis, 25 Mei 2023.

Di sisi lain, Wapres meminta ada kebijakan khusus untuk daerah-daerah yang prevalensi stunting meningkat, yaitu seperti Sulawesi Barat, Papua, Papua Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Kalimantan Timur (Kaltim).

Tidak hanya itu, Wapres juga menekankan terkait pentingnya alokasi anggaran secara tepat sasaran bagi program percepatan penurunan stunting. Khususnya di daerah-daerah tersebut di atas.

Baca Juga: Wapres Ajak Ormas Bantu Pemerintah Turunkan Angka Stunting di Indonesia

”Ini mungkin perlu perhatian khusus. Karena ini masalah prioritas dan masalah yang Presiden sendiri sudah bilang bahwa 14 persen (di tahun 2024). Jadi, ini harus dicapai,” tuturnya.

Oleh karena itu, lanjut Wapres, semua stakeholder terkait di Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) harus bekerja sama melakukan berbagai cara agar target tersebut tercapai. Salah satunya adalah anggaran harus tepat sasaran.

Selain itu, Wapres juga mendorong upaya pelibatan peran swasta. Menurutnya, imbauan kepada pihak swasta tersebut dapat berasal langsung dari Presiden Jokowi apabila diperlukan.

Baca Juga: Sri Mulyani: APBN 2024 Fokus Penurunan Kemiskinan dan Stunting

”Dari laporannya Pak Menko (Muhadjir Effendy), banyak daerah (yang memiliki) tambang dan perkebunan yang relatif banyak pengusaha kaya di situ, tapi prevalensi stunting tinggi,” ungkap Wapres.

”Jadi, harus ada langkah-langkah selain yang sudah ditempuh. Kalau perlu Presiden Jokowi yang memberikan imbauan, karena waktunya kan cuma 2 tahun. Harus ada short cut (solusi cepat dan tepat),” tegasnya.

Halaman:

Editor: Qurothul Ayuni

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa 6,0 SR Guncang Pacitan, Jawa Timur

Kamis, 8 Juni 2023 | 00:21 WIB
X