4 Orang Tak Dikenal Coba Bubarkan Paksa Diskusi Publik Soal Orang Utan di Jakarta

- Kamis, 9 Maret 2023 | 19:24 WIB
Empat orang tak dikenal berupaya melakukan pembubaran paksa diskusi publik soal Orang Utan Tapanuli yang digelar SIEJ di Jakarta pada Kamis, 9 Maret 2023.  (Tangkapan Layar Video/CoverBothSide.com)
Empat orang tak dikenal berupaya melakukan pembubaran paksa diskusi publik soal Orang Utan Tapanuli yang digelar SIEJ di Jakarta pada Kamis, 9 Maret 2023. (Tangkapan Layar Video/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE.COMDiskusi publik bertajuk ‘Masa Depan Orang Utan Tapanuli dan Ekosistem Batang Toru’ yang digelar Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia (SIEJ) coba dibubarkan paksa oleh orang tak dikenal, pada Kamis, 9 Maret 2023.

Orang tak dikenal yang tiba-tiba datang ke lokasi acara ini meminta dengan marah-marah agar diskusi publik yang digelar di salah satu kafe di kawasan Tebet, Jakarta Selatan tersebut dibubarkan.

Berdasarkan keterangan Ketua Umum SIEJ, Joni Aswira, terdapat empat orang tak dikenal yang tiba-tiba datang ke lokasi acara sekitar pukul 10.30 WIB. Saat itu, kata dia, diskusi publik mau dimulai.

Baca Juga: AJI Indonesia dan LBH Pers Desak Polri Hentikan Cara Kotor Menyusupkan Anggota Intelijen ke Institusi Media

”Sekitar pukul 10.30 WIB diskusi publik siap-siap mau dimulai. Tiba-tiba, empat orang tak dikenal datang ke lokasi acara dan salah seorang di antaranya marah-marah dengan nada membentak meminta diskusi publik ini dibubarkan,” kata Joni Aswira dalam keterangannya yang diterima CoverBothSide.com.

Joni Aswira menuturkan, panitia awalnya sempat menenangkan orang tak dikenal tersebut. Namun, kata dia, yang bersangkutan tetap berkeras agar diskusi publik soal orang utan ini tidak dilanjutkan dan melabrak kursi dengan emosi.

”Salah seorang pria ini mengaku dari Salemba, Jakarta Pusat. Tanpa mau menjelaskan berasal dari lembaga mana, dia tetap berkeras agar diskusi tidak dilanjutkan dan melabrak kursi dengan emosi,” ungkapnya.

Baca Juga: AJI Malang: Literasi Digital Masyarakat Harus Ditingkatkan di Era Internet

Joni Aswira menyampaikan, ketegangan tersebut berlangsung sekitar 15 menit. Kemudian, situasi mulai mereda setelah panitia membawa yang bersangkutan ke lantai bawah untuk berdialog dan panitia menjelaskan konteks acaranya.

Meski demikian, lanjut Joni Aswira, orang tak dikenal tersebut sempat tidak terima, sehingga panitia pun memanggil petugas keamanan. ”Hingga pukul 12 WIB siang, diskusi tetap berlangsung,” terangnya.

Lebih lanjut, Joni Aswira menerangkan, diskusi publik bertajuk ‘Masa Depan Orang Utan Tapanuli dan Ekosistem Batang Toru’ yang digelar SIEJ ini merupakan respon atas liputan kolaborasi lima media.

Baca Juga: AJI Malang-FH UWG Malang Gelar Pelatihan ‘Hoax Busting and Digital Hygiene’ untuk Jurnalis dan Mahasiswa

Dia menyebutkan, liputan kolaborasi tersebut mengungkap terkait ancaman PLTA pada bentang alam Batang Toru, Sumatera Utara. Selain mengancam kawasan dan habitat orang utan, PLTA disebutkan juga dibangun di atas kawasan yang dinilai merupakan sesar bencana.

Dalam liputan kolaborasi tersebut, kata dia, juga disebutkan bahwa sudah banyak kejadian bencana longsor yang menewaskan korban jiwa manusia, termasuk para pekerja di kawasan proyek PLTA tersebut.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Gempa 6,0 SR Guncang Pacitan, Jawa Timur

Kamis, 8 Juni 2023 | 00:21 WIB
X