• Jumat, 9 Desember 2022

Sampai 31 Agustus 2022, Sri Mulyani Ungkap Pendapatan Negara Capai Rp1.764,4 Triliun

- Selasa, 27 September 2022 | 17:10 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (dok.kemenkeu.go.id)
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (dok.kemenkeu.go.id)

COVERBOTHSIDE – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan kinerja pendapatan negara tahun 2022 terus melanjutkan tren positifnya dengan tercatat mencapai Rp1.764,4 triliun hingga 31 Agustus 2022.

Sri Mulyani memaparkan, dari total pendapatan negara tersebut, terdiri atas penerimaan pajak sebesar Rp1.171,8 triliun, penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp206,2 triliun, dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) sebesar Rp386 triliun.

”Kalau kita lihat penerimaan pajak tahun ini (sebesar Rp1.171,8 triliun), memang exceptional (luar biasa),” kata Menkeu dalam keterangannya saat Konferensi Pers APBN Kita secara virtual, pada Senin, 26 September 2022.

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Ancaman Besar Perubahan Iklim: Indonesia Berpotensi Rugi 112,2 Triliun pada 2023

Lebih lanjut, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini mengungkapkan bahwa kinerja penerimaan pajak negara yang sangat baik para periode Januari – Agustus 2022 dipengaruhi oleh empat hal.

Keempat hal tersebut, kata dia, yaitu tren peningkatan harga komoditas, pertumbuhan ekonomi yang ekspansif, basis yang rendah pada tahun 2021 akibat pemberian insentif fiskal, serta adanya dampak implementasi Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.

Meski demikian, Menkeu menegaskan, Pemerintah tetap akan waspada dan hati-hati. Hal ini mengingat kondisi ekonomi global dan berbagai indikator menurutnya tetap perlu diwaspadai untuk menjaga keberlangsungan tren penerimaan pajak yang tinggi ini.

Baca Juga: DJP Mencatat Penerimaan Pajak Sebesar Rp868,3 T Hingga Akhir Juni 2022

”Berapa lama komoditas maupun pertumbuhan ekonomi dunia itu yang diperkirakan akan melemah, pasti akan merembes memberikan dampak ke dalam negeri, dan kemudian akan mempengaruhi penerimaan pajak kita,” ucapnya.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: Kemenkeu

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X