• Rabu, 28 September 2022

Pertamina Klaim Biaya Operasional Kilang Lebih Hemat Dibandingkan Perusahaan Energi di Asia Pasifik

- Selasa, 13 September 2022 | 15:44 WIB
PT Kilang Pertamina Internasional mengklaim telah menghemat biaya operasional kilang Pertamina sekitar USD 3,67 per barel dan mampu bersaing dengan perusahaan energi dunia di Asia Pasifik. (Pertamina/CoverBothSide.com)
PT Kilang Pertamina Internasional mengklaim telah menghemat biaya operasional kilang Pertamina sekitar USD 3,67 per barel dan mampu bersaing dengan perusahaan energi dunia di Asia Pasifik. (Pertamina/CoverBothSide.com)

COVERBOTHSIDE – PT Kilang Pertamina Internasional mengklaim biaya operasional kilang Pertamina lebih hemat dan mampu bersaing dengan sejumlah kilang milik perusahaan energi dunia di Asia Pasifik.

Pertamina menyebutkan biaya operasional kilang Pertamina saat ini terus mengalami penurunan rata-rata sekitar USD 3,67 per barel, jauh lebih rendah dibandingkan biaya operasional kilang di Singapura yang mencapai USD 7,81 per barel.

Biaya operasional kilang terendah tersebut telah dicapai dua kilang Pertamina, yaitu Refinery Unit (RU) IV Cilacap yakni USD 2.83 per barel dan RU III Plaju yakni USD 2.92 per barel.

Baca Juga: Transisi Energi Bersih, Pertamina Teken Kerja Sama dengan Perusahaan Multinasional

”Pembangunan dan revamping kilang terus dilakukan Pertamina dan hasilnya mampu menekan operasional kilang, sehingga lebih rendah dari perusahaan migas (minyak dan gas) lainnya di Asia Pasifik,” ungkap Taufik Aditiyawarman, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional dalam keterangannya.

Taufik menerangkan bahwa penurunan biaya operasional kilang ini diperoleh dari terobosan dan penghematan yang telah dilakukan Pertamina, terutama dalam pengadaan minyak mentah.

Saat ini, kata dia, untuk pengadaan crude Pertamina mampu bersaing di pasar global senilai USD 69,246 per barel, lebih rendah dibandingkan dengan perusahaan lain yang berada di angka USD 69,46 per barel dan satu perusahaan migas lain jauh di atas yakni USD 71,80 per barel.

Baca Juga: Di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia, Pertamina Klaim Sukses Hemat Biaya Operasional Rp6 Triliun

Dengan program RDMP yang terus berjalan, dia mengatakan kilang Pertamina juga menjadi lebih fleksibel mengolah berbagai jenis minyak mentah. Sehingga, kata Taufik, rata-rata Net Cash Margin (NCM) Pertamina sangat positif, sebesar USD 4,88 per barel.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: Pertamina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X