• Rabu, 28 September 2022

Sarasehan 100 Ekonom Indonesia, Jokowi: Butuh Pemikiran Abu Nawas Hadapi Situasi Dunia yang Tidak Normal

- Rabu, 7 September 2022 | 16:56 WIB
Presiden Jokowi saat membuka Sarasehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 September 2022. (BPMI Setpres/Cover Both Side)
Presiden Jokowi saat membuka Sarasehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 September 2022. (BPMI Setpres/Cover Both Side)

COVERBOTHSIDEPresiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengatakan ditengah situasi dunia yang penuh ketidakpastian serta menghadapi berbagai krisis dibutuhkan pemikiran seperti Abu Nawas, yaitu cerdik dan cerdas.

Kepala Negara menjelaskan, maksud pemikiran seperti Abu Nawas yaitu meninggalkan cara lama dengan cara cerdik dan cerdas dalam menghadapi situasi dunia yang berubah begitu cepat seperti sekarang ini.

”Keadaannya (dunia saat ini) tidak normal, (sehingga) dibutuhkan pemikiran yang Abu Nawas, kancil-kancil gitu, agak melompat-lompat, tapi memang harus seperti itu,” ujar Presiden dalam arahannya saat membuka Sarasehan 100 Ekonom Indonesia Tahun 2022 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, pada Rabu, 7 September 2022.

Baca Juga: Airlangga Optimis Pertumbuhan Ekonomi Nasional di atas 5 Persen pada Kuartal II 2022

Selain itu, Kepala Negara juga menekankan bahwa dalam bekerja di tengah situasi dunia yang sangat tidak normal saat ini dibutuhkan kerja yang sangat detail, bukan hanya pada level makro, namun juga level mikro.

”Bekerja sekarang pun tidak bisa (hanya) makro saja, enggak bisa. Ditambah mikro pun mungkin masih juga belum dapat. Sehingga makro iya, mikro iya, detail, fokus,” kata Kepala Negara.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad menyampaikan bahwa perlu adanya aksi-aksi nyata dalam proses normalisasi melihat tantangan dan peluang.

Baca Juga: Presiden Jokowi Yakin Kerja Sama Ekonomi Indonesia dan Korea Selatan akan Kokoh, Ini Alasannya

Oleh karena itu, dia mendukung adanya kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan, masyarakat, pemerintah, dunia usaha, media, hingga kalangan akademisi untuk menjadi bagian dari upaya normalisasi perekonomian nasional.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Sumber: BPMI Setpres

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X