• Kamis, 21 September 2023

Transisi Energi Bersih, Pertamina Teken Kerja Sama dengan Perusahaan Multinasional

- Rabu, 31 Agustus 2022 | 02:23 WIB
Ilustrasi: Kerja sama Indonesia dengan perusahaan multinasional diharapkan mempercepat transisi energi bersih dan target penurunan emisi 29% pada 2030. (Pertamina/Cover Both Side)
Ilustrasi: Kerja sama Indonesia dengan perusahaan multinasional diharapkan mempercepat transisi energi bersih dan target penurunan emisi 29% pada 2030. (Pertamina/Cover Both Side)

COVERBOTHSIDE – PT Pertamina (Persero) menjajaki kerja sama dengan beberapa perusahaan nasional dan internasional dalam bidang transisi energi saat pelaksanaan The Business 20 atau Pertemuan B20 di Nusa Dua, Bali pada Senin, 29 Agustus 2022.

Kerja sama antara PT Pertamina dengan sejumlah perusahaan multinasional ini merupakan wujud komitmen dalam upaya mendukung program transisi energi bersih dan target penurunan emisi 29% pada 2030.

Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengaku senang dengan adanya kemitraan dan kolaborasi yang terbentuk saat Pertemuan B20 ini. Menurutnya, dalam penerapan teknologi rendah karbon perlu ditangani bersama antara negara maju dan negara berkembang.

Oleh karena itu, Menteri ESDM pun mendorong kemitraan global ini dapat dilakukan lebih banyak dengan tidak hanya antara sektor swasta, tetapi juga sektor publik untuk mempercepat implementasi.

Baca Juga: Di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia, Pertamina Klaim Sukses Hemat Biaya Operasional Rp6 Triliun

”Kami berharap kemitraan hari ini dapat mendorong lebih banyak aksi bisnis melalui kerja sama kolaboratif antara sektor publik dan swasta,” kata Arifin Tasrif dalam keterangannya.

Disebutkan bahwa beberapa kerja sama yang dilakukan yakni, antara lain penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Pertamina dengan PT Astra Agro Lestari Tbk tentang ‘Kerja Sama dalam Potensi Hubungan Bisnis dan Pertukaran Data untuk Pengembangan Proyek-Proyek Rendah Emisi’.

Kerja sama ini bertujuan pengembangan proyek rendah emisi dengan utilisasi limbah kelapa sawit (empty fruit bunch dan palm oil mill effluent) untuk menjadi produk Bioethanol dan Biomethane yang bermanfaat sebagai pengganti bahan bakar fosil serta mendukung kemandirian energi nasional.

Baca Juga: Pertalite Mau Dinaikkan Jadi Rp 10 Ribu, Presiden Jokowi: Hati-hati, Ini Menyangkut Hajat Hidup Orang Banyak

Selanjutnya, penandatanganan perjanjian kerja sama Pengembangan Green Industrial Cluster di Jababeka antara Pertamina Power New and Renewable Energy (NRE) Pertamina Power Indonesia (PPI) dengan PT Jababeka Infrastruktur melalui pemanfaatan PLTS Atap di gedung perkantoran Jababeka.

Kerja sama berikutnya yakni Joint Study Agreement (JSA) antara PPI dengan Pondera dalam kerja sama terkait ‘Integrated Offshore Wind Energy & Hydrogen Production Facility’.

JSA ini merupakan tindak lanjut MoU antara Pertamina NRE (PPI) dengan Pondera, perusahaan asal Belanda, yang telah dilakukan pada 21 April 2022 perihal pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB).

Baca Juga: Minyak Mentah Naik, Pertamina Tegaskan Harga Pertalite Tetap Rp7.650 per Liter

Terakhir, kerja sama JSA antara PT Pertamina, PEP dan Japan Oil, Gas and Metals National Corporation (JOGMEC) terkait ‘JOGMEC on CO2 Injection for Enhanced Oil Recovery (CCUS-EOR) Project in Jatibarang Field’.

Halaman:

Editor: Moh Badar Risqullah

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Meski Stok Cukup, Presiden Jokowi akan Tetap Impor Beras

Senin, 11 September 2023 | 17:51 WIB
X